Jumat, 20 Oktober 2017

Baduy dan Modernisasi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar belakang
Kanekes sebuah desa yang sejuk, nyaman, dan tentram. Jauh dari suara bising hiruk-hiruk suasana kota yang pengap. Lokasinya berada di dataran tinggi pegunungan kendeng, Banten Selatan.
Di bidang pemerintahan, hokum adat, budaya masyarakatnya cukup menarik. Begitu pula dengan bahasa yang digunakan, agama yang di anut dan busana yang dikenakan. Baduy hingga saat ini konsisten memegang teguh adat istiadat dan budayanya secara turun temurun.
Perubahan tersebut dikenal sebagai perubahan sosial atau social change. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya, namun perubahannya hanya mencakup kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, kecuali organisasi sosial masyarakatnya. Perubahan sosial tersebut bardampak pada munculnya semangat-semangat untuk menciptakan produk baru yang bermutu tinggi dan hal inilah yang menjadi dasar terjadinya revolusi industri, serta kemunculan semangat asketisme intelektual. Menurut Prof Sartono, asketisme dan expertise ini merupakan kunci kebudayaan akademis untuk menuju budaya yang bermutu.
1.2.            Rumusan Masalah
Dari uraian latarbelakang dapat saya rumuskan masalah sebagai berikut :
1.2.1.      Bagaimana kehidupan orang baduy?
1.2.2.      Apa saja alat music orang baduy?
1.2.3.      Apa kepercayaan orang baduy?
1.2.4.       Apa pengertian masyarakat modern?
1.2.5.      Bagaimana ciri-ciri masyarakat modern?
1.2.6.      Bagaimana kehidupan masyarakat modern?
1.3.            Tujuan
1.3.1.      Dapat mengetahui kehidupan orang baduy
1.3.2.      Dapat mengetahui alat music orang baduy
1.3.3.      Dapat mengetahui kepercayaan orang baduy
1.3.4.      Dapat mengetahui masyarakt modern
1.3.5.      Dapat mengetahui ciri-ciri masyarakat modern
1.3.6.      Dapat mengetahui  kehidupan masyarakat modern

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.            Baduy
2.1.1.      Hidup dalam kesederhanaan
Orang baduy mudah dikenali dari penampilannya yang sederhana dari busana yang dikenakan mudah diterka dari mana mereka berasal. Warna putih dan hitam merupakan warna abadi yang membedakan status social mereka.
Kaum pria Baduy Dalam disebut kajeroan, biasa mengenakan busana atasan putih yang disebut jamang, sedangkan sarung tenun hitam bergaris putih atau keabuan yang disebut samping aros dan ikat kepala warna putih yang disebut telekung.
Sedangkan pria baduy luar disebut penamping  selalu mengenakan kemeja kampret  dua rangkap. Warna putih di dalam dan warna hitam diluar. Bersarung poleng hideung  dengan ikat pinggang adu mancung. Ikat kepalanya terbuat dari kain merong  yang bermotif batik biru gelap.
Bagi masyarakat baduy, alat tubuh yang digunakan untuk berjalan dianggap paling berjasa dalam hidupnya. Sebab itu jangan heran bila melihat orang baduy tidur dengan bantal yang diletakan di bagian kaki. Orang baduy bilang “Kami mah nu gawe suku lain polo” artinya yang banyak bekerja kaki bukan otak.
Orang baduy tidak banyak bicara bila tidak dimulai. Jawabannya yang keluar tidak pernah panjang lebar, singkat saja. Kalau perlu cukup dengan mengatakan ya atau tidak. Dan jawaban teu wasa bila tidak diketahui atau tak kuasa mengatakan.
Umumnya orang baduy selalu menutup diri dan menaruh curiga terhadap orang asing yang baru dikenalnya. Dialog terjadi bila sudah saling mengenal. Dalam setiap perdebatan biasanya tak mau mengalah dan jawabannya bagaikan seorang diplomat.
Kebiasaan orang baduy, baik pria maupun wanita tak pernah santai. Seluruh keluarga biasa bekerja keras membanting tulang. Tetapi terbatas pada lahan warisan leluhur yang tak pernah bertambah luasnya.
Proses kerja huma makan waktu cukup lama dan sarat adat yang dimulai serentak di seluruh desa kanekes. Secara rinci proses kerja itu meliputi nawaras, nyacar, nukuh, ganggang, ngaduruk, ngaseuk, ngored, ngirip, sawan, mipit, dan dibuat.
2.1.2.      Alat musik tradisional
Sejak berabad-abad masyarakat Baduy telah mengenal kesenian dan beberapa alat music. Sesuai dengan pola hidup mereka yang sederhana, alat music yang mereka milikipun amat sederhana. Terbuat dari bahan kayu, bamboo dan kulit serta pelapah daun yang mudah diperoleh dari hutan sekitar yang mereka tinggal.
Alat-alat music yang dibuat terdiri dari seperangkat angklung, seperangkat dogdog, suling, rendo, kecapi dan karinding.semua lat music yang dimiliki orang baduy hanya dapat dimainkan pada waktu-waktu tertentu dan benda seni itu dibuat tidak sembarangan. Harus dicari waktu, tanggal, hari, bulan yang baik menurut perhitungan kalender mereka.
Menurut Artje, pembuat angklung yang paling jempolan di desanya tinggal di kampong cikartawarna dan cibeo, baduy dalam. Namanya Ki Atis dan  Ki Kainte yang memiliki kepandaian turun temurun dari warisan orang tuanya.
Angklung  adalah kesenian yang dibuat dari bamboo yang khusus diambil dari hutan bamboo yang banyak terdapat di kawasan larangan. Tepatnya dekat situs purbakala ARCA DOMAS yang dikeramatkan orang baduy. Ukuran yang paling besar tingginya 1,35 m dan lebarnya 0,60 m, sedangkan yang paling kecil tingginya 0,55 m dan lebarnya 0,35 m.
Dogdog lojor yang paling besar disebut bedug, kemudian yang kecil disebut talinting dan yang paling kecil disebut ketug. Ukuran yang paling besar panjangnya 0,53 m dengan garis tengah 0,14 m dan ukuran yang sedang 0,40 m dan diameternya 0,13 serta yang paling kecil berukuran 0,20 m dan diameternya 0,12 m.
Kecapi yang terbuat dari kayu lame yang ringan dengan jumlah senar sebanyak 11 buah dimainkan dengan maksud untuk mengikat hati kaum wanita. Sedangkan karinding  terbuat dari bahan daun yang dikeringkan.
2.1.3.      Kepercayaan orang baduy
1.      Sunda wiwitan
Dalam tradisi setempat agama orang baduy disebut sunda wiwitan yang dianggap agama tertua didunia. Mereka percaya kepada Gusti Nu Maha Suci, penguasa alam semesta yang mengustus nabi adam ke bumi mengatur kehidupan orang baduy. Sedangkan nabi Muhammad diutus untuk mengatur umat manusia di dunia diluar orang baduy.
Sebagai tempat sucinya adalah ARCA DOMAS” atau sasaka Domas yang setiap tahun diziarahi untuk upacara ritual. Tempat suci itu berada di atas bukit pegunungan kendeng dalam hutan lebat di hulu sungai ciujung. Tidak sembarang orang boleh masuk ke sana, kecuali mendapat izin dari puun pemimpin orang baduy.
Upacara keagamaan yang bersifat religio agraris tampak jelas terlihat pada upacara tanam padi yang disebut ngaseuk, kawulu, dan ngalaksa. Ngaseuk tidak sekedar menanam padi di huma, tetapi upacara itu memiliki makna yang penting dalam kehidupan mereka. Setiap kegiatan harus melalui tahapan upacara memohon berkah kepada sang pencipta, SANGHYANG BATARA TUNGGAL
Sebelum dilakukan upacara tanam padi terlebih dahulu harus mencari wajtu yang tepat dan lokasi yang cocok. Biasanya dimulai bulan sapar perhitungan kalender mereka.
Bulan Kanem seluruh pohon yang dahan dan rantinya mengganggu sinar matahari harus ditebang. Penebangan dilakukan harus pada hari baik, yaitu selasa, rabu, dan sabtu. Ngaseuk peretama kali harus dilakukan di huma serang pada bulan kapitu. Kemudian di huma puun pada bulan kadalapan, lalu bulan kasalapan di huma masing-masing warga kajeroan dan baru di bulan kasapuluh di huma warga panamping.
2.2.            Modernisasi
2.2.1.      Pengertian masyarakat modernisasi
Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini. Pada umumnya masyarakat modern tinggal di daerah perkotaan, sehingga disebut masyarakat kota. Namun tidak semua masyarakat kota tidak dapat disebut masyarakat modern,sebab orang kota tidak memiliki orientasi ke masa kini, misalnya gelandangan.
2.2.2.      Ciri-ciri masyarakat moderni
1.      Hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan-kepentingan pribadi.
2.      Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dengan suasana yang saling memepengaruhi
3.      Keprcayaan yang kuat akan Ilmu Pengetahuan Teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
4.      Masyarakatnya tergolong ke dalam macam-macam profesiyang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan
5.      Tingkat pendidikan formal pada umumnya tinggi dan merata.
6.      Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis yang sangat kompleks
7.      Ekonomi hamper seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkanatas penggunaan uangdan alat-alat pembayaran lain.
2.2.3.      Kehidupan masyarakat modern
Pada kehidupan masyarakat modern, kerja merupakan bentuk eksploitasi kepada diri, sehingga mempengaruhi pola ibadah, makan, dan pola hubungan pribadi dengan keluarga.
Sehingga dalam kebudayaan industri dan birokrasi modern pada umumnya, dipersonalisasi menjadi pemandangan sehari-hari. Masyarakat modern mudah stres dan muncul penyakit-penyakit baru yang berkaitan dengan perubahan pola makanan dan pola kerja.
Yang terjadi kemudian adalah dehumanisasi dan alienasi atau keterasingan, karena dipacu oleh semangat kerja yang tinggi untuk menumpuk modal. Berger menyebutnya sebagai “lonely crowd” karena pribadi menemukan dirinya amat kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kebudayaan industrialisasi, terus terjadi krisis. Pertama, kosmos yang nyaman berubah makna karena otonomisasi dan sekularisasi sehingga rasa aman lenyap. Kedua masyarakat yang nyaman dirobek-robek karena individu mendesakkan diri kepada pusat semesta, ketiga nilai kebersamaan goyah, keempat birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi.
Para penganut paham pascamodern seperti Lyotard pernah mengemukakan perlunya suatu jaminan meta-sosial, yang dengannya hidup kita dijamin lebih merdeka, bahagia, dan sebagainya. Khotbah agung-nya (metanarasi) ini mengutamakan perlunya new sensibility bagi masyarakat yang terjebak dalam gejala dehumanisasi budaya modern.
Kebiasaan dari masyarakat modern adalah mencari hal-hal mudah, sehingga penggabungan nilai-nilai lama dengan kebudayaan birokrasi modern diarahkan untuk kenikmatan pribadi. Sehingga, munculah praktek-peraktek kotor seperti nepotisme, korupsi, yang menyebabkan penampilan mutu yang amat rendah.
BAB III
PENUTUP
3.1.            Kesimpulan
1.      Baduy
a.       Hidup dalam kesederhanaan
-          Kaum pria Baduy Dalam disebut kajeroan, mengenakan busana yang disebut jamang dan sarung tenun hitam bergaris disebut samping aros.ikat kepala disebut telekung.
-          pria baduy luar disebut penamping, mengenakan kemeja kampret, dan sarung disebut poleng hideung dan ikat kepala adu mancung
b.      alat music tradisional orang baduy
-          angklung
-          dogdog
-          suling
-          rendo
-          kacapi
-          karinding
c.       kepercayaan orang baduy
-          sunda wiwitan
-          nabi adam untuk mengatur orang baduy sedangkan nabu Muhammad untuk mengatur selain orang baduy.
-          tempat suciny adalah arca domas.
2.      Modernisasi
a.       Modernisasi adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini.
b.      Ciri-ciri masyarakat modern
-          Hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan-kepentingan pribadi.
-          Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dengan suasana yang saling memepengaruhi
-          Keprcayaan yang kuat akan Ilmu Pengetahuan Teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
-          Masyarakatnya tergolong ke dalam macam-macam profesiyang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan
-          Tingkat pendidikan formal pada umumnya tinggi dan merata.
-          Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis yang sangat kompleks
-          Ekonomi hamper seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkanatas penggunaan uangdan alat-alat pembayaran lain.
c.       Kehidupan masyarakat modern
Kebiasaan dari masyarakat modern adalah mencari hal-hal mudah, sehingga penggabungan nilai-nilai lama dengan kebudayaan birokrasi modern diarahkan untuk kenikmatan pribadi. Sehingga, munculah praktek-peraktek kotor seperti nepotisme, korupsi, yang menyebabkan penampilan mutu yang amat rendah.
3.2.            Saran
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan krtik dan saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Koentjaraningrat,1985 : “pengantar ilmu antropologi”. Jakarta. Aksara Baru.
Djoewisno, 1988: “potret kehidupan masyarakat baduy”. Jakarta. khas studio.
Bakker, JWM. 1999. Filsafat Kebudayaan Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius.
Dewantara, Ki Hajar. 1994. Kebudayaan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers
Hakim Lukman. 2012:”Baduy Dalam Selubung Rahasia”. Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Banten.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

{الصَّدَقَةُ تَرُدُّ البَلاَء وَتُطَوِّلُ العُمْرَ} “Sedekah itu menolak bala dan memanjangkan umur”.